Advertisement

Jangan pernah berharap bisa mendapatkan gerbong kereta rel listrik (KRL) atau Commuter Line dalam kondisi sepi pada jam sibuk.

Advertisement

Jam sibuk itu adalah pada saat berangkat kerja di pagi hari dan pulang kerja di sore hingga malam hari.

Jika dibandingkan mana yang paling padat, tentu saja pada pagi hari. Alasannya karena hampir semua orang berangkat pada jam yang bersamaan di pagi hari.

Ya, beruntung juga sih saya tinggal di  daerah Tangerang Selatan. Kereta yang saya tumpangi biasanya dari jurusan Serpong, Maja, dan Rangkas Bitung ke arah Tanah Abang, Jakarta.

Kalau dibandingkan dengan KRL dari Bogor ataupun dari Bekasi, KRL dari Serpong terhitung masih lebih manusiawi hahahaha.

Advertisement

Jadi, saya mau sharing sedikit aja bagaimana caranya bisa bertahan atau survive di dalam KRL atau Commuter Line pada jam sibuk.

Buat para pekerja tentu tidak ada pilihan lain selain datang tepat waktu ke kantor.

Alamat bisa dipotong gaji kan kalau selalu datang terlambat. Bahkan bisa berujung pada SP aka Surat Peringatan.

Nah, jadi gimana tips dan triknya?

Ini orang semua yang antre pas pagi di Stasiun Kebayoran

Berangkat Lebih Pagi atau Lebih Lambat

Tips ini udah hukum alam sih hahaha, karena jam sibuk itu antara pukul 07.30 sampai dengan pukul 07.30 WIB.

Masa-masa kritis ini hemat saya menjadi masa paling sibuk untuk jalur kereta di Tangerang Selatan.

Kalau enggak siap berdesakan dan adu pantat di dalam KRL mending berangkat lebih pagi atau lebih lambat di luar jam sibuk.

Jangan Berdesakan di Dekat Pintu

Nah, tips yang ini sih buat yang spartan hahaha

Berani dengan segala risikonya. Emak-emak juga ada lho yang nekad tetap masuk meskipun sudah penuh sesak.

Saran saya hindari dan jauhi berdiri dekat pintu. Karena ketika kamu sudah berada di tengah-tengah pintu, kamu akan jadi korban tegencet hahaha.

Asli gak enak banget lho digencet sama bapak-bapak yang bau ketek hahahaha

Kalau saya biasanya langsung begerak ke arah tengah. Biasanya di bawah layar teve iklan atau di antara kursi prioritas sudah paling aman.

Ya, meskipun tidak ada jaminan juga sih bakal lebih lowong.

So, kalau mau naik KRL pada jam sibuk, siapkan fisik dan mental.

Dibawa enjoy aja dan dengarkan celetukan-celetukan renyah nan menggelikan.

“Gak masuk akal, naik kereta AC tapi keringetan”

Hahaha itu salah satu contoh celetukan anak kereta kalau sudah terjepit.

Cari Gerbong yang Jauh dari Tangga di Stasiun

Pengenalan stasiun juga penting nih genks.

Misalnya kalau kalian turun di Stasiun Kebayoran, amati aja mana gerbong-gerbong favorit dan non favorit.

Memang sih risikonya kamu harus jalan lebih jauh dari tangga. Kalau tidak buru-buru sih saya lebih senang menunggu beberapa menit sampai antrean tidak terlalu padat.

Kalau jalur dari Rawa Buntu, biasanya banyak penumpang turun di Stasiun Kebayoran, Palmerah dan terakhir di Tanah Abang.

Nah, penumpang biasanya sudah mulai lowong saat memasuki stasiun Kebayoran. Kemudian Palmerah dan tujuan terakhir di Tanah Abang.

Kalau saya sendiri pilih gerbong ganjil seperti gerbong nomor 3 atau 7. Ini udah gerbong paling aman buat saya kalau mau turun di Stasiun Kebayoran. Alasannya karena sedikit lebih jauh dari tangga saat turun dari KRL.

Jadi, kamu perlu melakukan observasi juga dong kecil-kecilan. Mana gerbong yang paling pas buat kamu jadikan gerbong tetap tiap harinya.

Cari Tempat Duduk dari Stasiun Sebelumnya

Cara ini memang memakan waktu cukup banyak sih. Tapi, buat yang gak kuat berdiri tentu kamu harus mau berkorban.

Misalnya kalau dari arah Rawa Buntu dengan tujuan Tanah Abang, supaya dapat tempat duduk kamu harus ke Stasiun Serpong terlebih dahulu.

Stasiun Cisauk

Nah, yang paling enak nih daerah Cisauk nih. Udah stasiunnya baru, kece dan pas banget karena belum terlalu banyak penumpang dari stasiun ini. Kalau jam sibuk pun kamu masih berpeluang untuk bisa mendapatkan tempat duduk.

Jangan Memaksakan Diri Jika Sudah Penuh ya Genks

Inilah bedanya antara kereta dengan Bus TransJakarta.

Kalau naik KRL, semua orang berpacu dengan waktu. Jadi, rasanya agak sulit juga sih meski sudah tahu penuh, ada aja orang yang memaksa masuk sampai mendorong -dorong penumpang yang sudah ada di dalam.

Stasiun Kebayoran kalau lagi sepi di malam hari

Beda dengan Bus Transjakarta. Kalau sudah penuh ya penumpang juga gak terlalu memaksakan diri untuk masuk.

Jadi, udah siap nih “perang” di dalam KRL Jakarta?

Advertisement

Geek Blogger, An Inbound Marketers, SEO Specialist, Community Management Specialist. Open partnership. contact delapanempat[at]gmail[dot]com

Join the Conversation

14 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  1. iya jalur Bekasi itu paling padat, jadi meski arah berlawanan juga padat. Krn banyak juga yang kerja di pabrik kan. Kira-kira gitu lah, tp gak sepadat ke arah Bekasi sih.

  2. Ane dari arah Bekasi ke luar sih bang. Bukan dari Pusat ke Bekasi, tapi kebalikannya.
    Tetap penuh ga ya bang kalo sore2 gitu?

  3. Bang kalo dr Cakung ke Gondangdia sore jam 5 atau setengah 6, penuh parah ga tuh KRLnya? *Buat hari biasa
    Atau malah ga padat soalnya orang balik dari Jakarta Pusat ke pinggiran?

  4. iya betul, krn mayoritas malah dari daerah pinggiran Jkt yang ke Jkt. Klo dari Jkt ke Bekasi bisa masih dapat tempat duduk lah.

  5. mas mau tanya, kalau tinggal di pusat dan kerja di daerah bekasi, naik krl nya penuh ga sih? (saya masuk kerja jam 7.30)

    teman ada yang bilang kalau jalur penuhnya itu dari luar ke pusat, dan kalau dari pusat ke luar relatif ga terlalu penuh

  6. wah klo pulang kerja tergantung jamnya, klo sore antara jam 3 sd jam 4.30 gak terlalu padat. yang padat mulai jam 5 sd jam 8. kadang2 malem jam 9 juga masih padat krn banyak penumpang yang rute arah jauh kayak ke Maja, Rangkas, dll.

    Overall, kalau dibandingkan dengan rute KRL ke Bogor atau ke Bekasi, rute Tanah Abang-Serpong ini mah relatif lebih nyaman, hahahaha.

  7. Mas, mau tanya nih.
    Arah Serpong dari Tanah Abang tuh padet ga sih pas weekdays, jam pulang kerja?
    Gimana gitu kondisinya.

    Terima kasih.

  8. Makasih tipsnya, Mas. Tapi aku nyerah aja deh. Kalau pun dapat tempat duduk pasti nggak tega hati lihat orang tua atau perempuan berdiri. hahaha. Eh tapi mungkin aku bisa nambahin tipsnya. Naik KRL bawa anak kecil! Meski laki gagah perkasa tetep bakal dikasih kursi buat mangku anaknya hahaha.