Review

Penting Enggak Sih Generasi Milenial Punya Apartemen?

Rabu malam lalu (7/2) saya pulang bareng teman dari Stasiun Palmerah jam 9 malam. Kebetulan kami sama-sama dari sebuah event di Cikarang. Kebetulan kami juga berhenti di Stasiun yang sama di Rawa Buntu.

Dari wajahnya sudah terlihat sangat lelah sekali. Padahal dia besok masih kerja dan datang pagi. Konsekuensi kerja kantoran nine to five memang seperti itu. Kadang meski harus lembur sampai malam, datang tetap pagi seperti biasanya.

Kalau dipikir-pikir, selama ini beberapa orang yang kerja di Jakarta menghabiskan waktu paling enggak 2 jam sehari di perjalanan. Itu paling sedikit ya. Coba yang lebih jauh dari itu. Misalnya rumah dan kantornya masih jauh dari stasiun dan harus ditempuh dengan menggunakan ojek online atau angkutan umum lainnya. Ya, setidaknya habis lah di jalan 4 jam sehari.

Waktu saya masih kerja di daerah Kebayoran lama aja terasa banget gimana lelahnya di jalan. Apalagi kalau CL lagi bermasalah misalnya ganguan sinyal, banjir sampai terlambat karena kendala lainnya. Sampai rumah udah tinggal capek dan teparnya aja.

Sementara berapa banyak waktu yang bisa kita sediakan untuk keluarga, untuk upgrade diri, untuk menikmati hidup, dan waktu lainnya yang harus terbuang di jalan yang sebetulnya bisa kita manfaatkan?

 

Makanya pas tahu ada proyek hunian dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) di beberapa stasiun termasuk Stasiun Cisauk, Tangerang Selatan, Banten, saya pikir ini bisa jadi salah satu solusi loh.

Bisa ditempati dan bisa jadi lahan investasi. Gimana pun generasi milenial jaman now kudu melek dengan investasi di bidang properti. Soalnya klo beli gajet atau mobil, nilainya pasti susut tiap tahun, beda dengan properti.

 

Setelah saya ceki-ceki ternyata Apartemen Cisauk Point ini cuma 45 menit aja ke Jakarta dengan CL dan 2.5km dari AEON Mal BSD. Ini nih yang bakal jadi hunian ideal buat generasi milenial. Dekat dengan tempat nongkrong tapi enggak jauh dari pusat kota dan bisa diakses hanya dengan menggunakan Commuter Line tanpa harus khawatir dengan kemacetan.

Bukan kebetulan sih sebetulnya, sehari sebelumnya saya menghadiri talkshow yang diselenggarakan di JCC bertajuk “Tren Investasi Generasi Milenial”.

LRT City Cisauk Point

Bener sih, tren anak muda jaman now memang bekerja untuk traveling. Ada yang bisa setahun dua kali, bahkan ada yang bisa sampai setahun tiga kali. Destinasinya juga dipilih dari yang anti mainstream sampai tempat wisata yang Instagramable.

Kalau ke Singapura mah jangan ditanya kali ya. Negara ini tuh identitas banget buat generasi milenial sebagai salah satu tujuan paling ideal untuk liburan ke luar negeri pertama kalinya.

LRT City Cisauk Point

Makanya gak heran karena saking asyiknya dan saking enjoy-nya jalan-jalan sampai lupa dengan investasi. Buat saya sih umur itu singkat, jadi kadang-kadang penting enggak sih sebetulnya punya properti? At least, meskipun tidak untuk ditempati tapi bisa jadi bekal masa depan nanti!

 

Pengalaman saya pribadi sih, saya dari awal emang udah plan beli tanah dan bangun rumah sendiri. Tapi, kalau liat harga tanah dan rumah di Tangerang Selatan aja sekarang rata-rata di atas 300 juta. Itu pun kadang bukan di pinggir jalan dan akses masuknya lumayan rada sempit. Idealnya kalau mau di pinggir jalan rata-rata perumahan di Pamulang ini sekitar 450 jutaan ke atas.

 

LRT City Cisauk Point

Nah, kalau liat fenomena kayak gitu kira-kira sanggup enggak dengan gaji 6 juta sampai dengan 7 juta beli rumah?

Saya sempet ngobrol-ngorbrol sama salah satu blogger, mas Agung Han. Dia bilang zaman sekarang semalah apapun sesulit apapun diusahakan punya rumah sendiri. Sekecil apapun dan sejauh apapun dari pusat kota, tetap harus diusahakan untuk beli rumah. Nantinya kalau cicilan rumah sudah lunas kan bisa dijual dan upgrade lagi dengan yang lebih sesuai dengan keinginan.

Oh ya, mas Agung ini juga pernah cerita di tulisannya kalau di bisa beli rumah dengan cara cash. Beruntung sejak muda, mas Agung sudah punya perencanaan keuangan dengan membuka deposito. Nah, mana yang lebih untung antara depositu sama properti? Ya jelas properti yah, tapi kalau mau pilih deposito juga gak masalah apalagi saat ini ada reksa dana dengan dana awal yang ringan banget. Cocok lah buat generasi milenial.

LRT City Cisauk Point

Pemikiran mas Agung ini sejalan dengan saran dari mas David Cornelis Mokalu salah satu pengamat properti lulusan S3 Bisnis IPB. Menurutnya saat ini cuma sekitar 10 persen generasi milenial yang menabung dan belum berinvestasi. Jadi, saran dari mas David sih sebaiknya mulai dari sekarang deh coba cari cari properti yang menjanjikan. Meskipun nantinya enggak ditempati, setidaknya bisa jadi tabungan. Soalnya keuntungan properti itu bisa mencapai antara 5-25 persen, tergantung lokasi dan fasilitasnya juga sih.

LRT City Cisauk Point

Mungkin ada yang kenal kali ya Keenan Pearce, mewakili anak muda, dia juga sependapat meskipun ada dana yang tetap disisihkan untuk traveling, tapi Keenan juga malah sudah membeli sebuah apartemen sejak usianya 20 tahun. Wow!

LRT City Cisauk Point

Yah, jangan dbandingin dengan kita-kita yak hahaha. Tapi, setidaknya kita paham deh investasi di bidang properti itu salah satu yang cukup menjanjikan. Tinggal kita atur aja gimana pos-pos keuangannya. Jadi, mending dari sekarang kurangin deh cicilan konsumtif seperti beli hape, barang elektronik yang sifatnya lebih cepat susut nilainya.

Mas David bilang kalau mau investasi di bidang properti itu saatnya sebelum pilpres berlangsung. Jadi, sekarang kan lagi masa pembangunan infrastruktur jadi harga hunian seperti apartemen masih murah. Coba deh nanti kalau infrastrukturnya udah jadi, pasti harga apartemen bakal lebih tinggi lagi.

LRT City Cisauk Point

Pengalaman waktu traveling ke Hong Kong di daerah Tsim Sha Tsui paling enak itu cari apartemen yang dekat dengan stasiun MRT. Pilihannya cuma dua, kalau enggak ditempatin bisa disewain. Soalnya kawasan apartemen yang dekat dengan stasiun MRT itu paling dicari. Sama juga dengan di Singapura. Rata-rata turis asal Indonesia itu cari hotel dan sewa apartemen murah itu yang aksesnya dekat dengan stasiun MRT sehingga lebih gampang mobilitasnya.

Tapi, pilih apartemen juga harus hati-hati ya guys. Soalnya ada beberapa developer yang nakal. Kisahnya kayak gimana sih udah banyak ya ceritanya di sosmed.

LRT City Cisauk Point

Makanya waktu tahu PT Adhi Karya (Persero) Tbk, bakal bangun LRT City termasuk di Cisauk, sepertinya apartemen ini bakal jadi lahan investasi yang menjanjikan. Selain Cisauk Point, LRT City bakal mengedepankan konsep Connect, Compact, Transit, Mix, Shift, Walk, Densify dan Cycle konsep hunian di luar negeri seperti di Hong Kong dan Singapura.

Selain di Cisauk, PT Adhi Karya juga akan membangun Apartemen di beberapa tempat, diantaranya:

  • LRT City Sentul – Royal Sentul Park
  • LRT City Bekasi – Eastern Green
  • LRT City Jaticempaka – Gate Way Park
  • LRT City Ciracas – Urban Signature
  • Cisauk Point – member of LRT City (Tangerang)
  • Oase Park – member of LRT City (Ciputat – Tangsel)

Nah, buat yang di Oase Park itu lokasinya deket banget dengan terminal APTB di Pondok Cabe. Seberangnya Tip Top Supermarket. Selain dibangun di dekat Stasiun, PT Adhi Karya juga membangun hunian terintegrasi dengan terminal. Jadi, kalau mau ke mana-mana nantinya lebih gampang pakai kendaraan umum.

LRT City Cisauk Point

Mau kasih info dikit nih buat yang mau cari hunian di daerah Tangsel

LRT City Cisauk Point punya dua apartemen yang dipasarkan di JCC Senayan Hall A dari tanggal 3-11 Februari 2018.

LRT City Cisauk Point

LRT City Cisauk Point

Apartemen Middle Low, Cisauk Point

Luas 24.4 meter persegi harganya 268 jutaan

Apartemen Low, Cisauk Point (Subsidi)

Luas 32 meter persegi harganya 224 jutaan

Nah, kalau syarat subsidi itu belum punya rumah dan apartemen tidak boleh diperjualbelikan kembali. Jadi ada plus minus ya. Perlu diketahui untuk apartemen Cisauk Point ini sistemnya sewa lahan ke PT KAI selama 50 tahun dan akan diperbaharui. Nah, kalau mau tanya-tanya lebih lanjut bisa hubungi aja Marketing Gallerynya di Stasiun Cisauk (021)22822980.

6 comments
  1. Kam

    Apa benar ga boleh diperjualbelikan kembali untuk yg subsidi pemerintah? Kalau untuk disewakan boleh ga? Tapi kok apartemen disubsidi seperti Kalibata city dan Bandar Kemayoran bebas disewakan atau dijual?

    1. Dzulfikar

      Sewa Apartemen lbh murmer klo di kota besar cem HK sama SIN, byk yg sewa. Makanya klo beli skrg di Indonesia, siapa tahu nanti bisa disewakan juga koh cem Airbnb lah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *