cara naik krl dengan menggunakan kartu non tunai

Mau Naik KRL dengan mudah? Gunakan Kartu non tunai seperti Flazz, e-Money, Brizzi, e-Toll. Prosesnya lebih praktis tanpa harus antre membeli tiket jaminan berbayar harian.

Advertisement

Syaratnya, kartu non tunai tersebut sudah diaktivasi dan memiliki saldo minimal Rp5.000 saat tap in sesuai dengan keterangan dari twitter PT Commuter Line Indonesia, Operator resmi KRL di Jakarta.

Cara Naik KRL Pakai Kartu Non Tunai

Panduan untuk naik KRL dengan menggunakan kartu non tunai yang diterbitkan oleh bank swasta maupun bank BUMN di Indonesia sangat mudah kok. Berikut ulasannya:

1. Ketahui Tujuan dan Asal Keberangkatan

Pastikan bahwa kamu sudah mengetahui stasiun keberangkatan dan stasiun tujuan.

Contohnya, jika kamu ingin ke Tanah Abang dari Serpong, kamu bisa naik dari Stasiun Rawa Buntu dan Turun di Stasiun Tanah Abang.

Advertisement

Lain lagi jika Stasiun yang dituju lebih jauh. Misalnya dari Serpong ke Bekasi. Kamu harus tahu dimana stasiun Transit.

Jika ingin ke Bekasi dari Serpong, kamu harus transit di dua stasiun yaitu stasiun Tanah Abang dan Stasiun Manggarai.

Untuk mengetahui info terserbut, biasanya saya menggunakan aplikasi Trafi atau bertanya langsung ke petugas KRL di stasiun. Mudah bukan?

2. Pastikan Kartu Non Tunai Memiliki Saldo yang Cukup

Sesuai dengan informasi dari PT Commuter Line Indonesia, saldo minimal yang harus dimiliki adalah Rp5.000.

Selain itu, satu kartu hanya bisa untuk satu orang. Satu kartu, tidak bisa digunakan lebih dari satu orang.

Untuk anak-anak di atas 90 cm, sudah wajib memiliki kartu, alias bayar tiket normal seperti penumpang dewasa.

3. Arahkan Kartu Non Tunai di Mesin Pengecekan Saldo untuk Aktivasi

Bagi yang pertama kali menggunakan kartu non tunai untuk naik KRL. Pastikan untuk melakukan aktivasi terlebih dahulu.

Caranya dengan menempelkan kartu non tunai di mesin pengecekan saldo tiket KRL. Setelah muncul saldo, kartu non tunai siap untuk digunakan.

Advertisement

4. Arahkan Kartu Non Tunai di Ticket Gate saat Memasuki Peron

Setelah kartu non tunai aktif, arahkan kartu di pintu tiket. Jika lampu berwarna hijau, artinya kamu sudah bisa masuk dengan mendorong gate.

Namun, jika lampu masih merah, silakan hubungi petugas di lapangan ya. Jangan panik, petugas akan membantu kamu kok.

5. Tunggu Commuter Line di Peron yang Sesuai dengan Tujuan

Setelah memasuki pintu tiket, tunggu di peron yang benar. Jangan sampai salah peron ya. Jika tidak paham arah, tanyakan kepada petugas.

Biasanya ada petunjuk atau papan informasi arah dan tujuan KRL sesuai dengan peronnya.

Advertisement

6. Saat Keluar Stasiun, Arahkan Kartu Non Tunai di Ticket Gate

Jika sudah tiba di stasiun tujuan, silakan langsung menuju gate keluar. Caranya sama, tempelkan tiket atau arahkan tiket di ticket gate.

Jika sudah berwarna hijau, kamu bisa keluar dengan leluasa. Jika lampu tetap merah, cobalah keluar dari gate yang berbeda. Jika masih tetap sama, silakan hubungi petugas.

Nah, itulah panduan untuk naik krl dengan menggunakan kartu non tunai.

Kelebihan menggunakan kartu non tunai dari bank karena lebih praktis dan bisa sekaligus digunakan untuk naik MRT, naik Transjakarta, dan bisa digunakan untuk belaja di beberapa merchant yang sudah bekerja sama dengan kartu non tunai yang dipilih.

Kekurangan menggunakan kartu non tunai dari bank adalah tidak bisa isi ulang atau top up menggunakan mesin tiket otomatis yang tersedia di setiap stasiun.

Jadi, proses top up tetap harus dilakukan di mesin ATM bank, atau mini market yang memberikan layanan top up dengan biaya administrasi Rp1.000 sekali top up.

Join the Conversation

17 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  1. Maf saya mau nanya …kan anak saya sedang main k tempat sodara tpi sekarg katanya pake kartu plazz n anak saya k habisan ongkos buat pulangnya….apakah kartu plaz yg Bru pertama beli bisa untuk pulang pergi 🙏

    1. bisa dong, asal saldonya cukup. dan harus ada sisanya sekitar Rp5.000 an. Klo kurang tidak bisa digunakan.

  2. Gimana jadi nya ya kalo kita bawa keluarga 10 orang dan belum punya kartu e-monay tersebut sedangkan harga kartu nya 37.000 saldo nya 10.000 kartu nya buat apa sebanyak itu dan kita harus ngrogoh kantong senilai 370.000,menurut saya ga efisien karena tujuan utama mereka hanya 1 menjual kartu bukan membatu orang yang sulit keuangan padahal selagi saldo mencukupi untuk tap gate apa salah nya 1 kartu bisa di gunakan banyak orang.

    1. Sebelum pandemi ada tiket harian. Jadi tidak perlu beli kartu non tunai. tapi sekarang kondisinya pandemi jadi untuk menghindari penularan lewat kartu harian berbayar, digunakan kartu multi trip dan harus beli kartunya. Sila langsung tanya aja ke petugas apakah kartunya bisa direfund atau tidak mengingat masa pandemi seperti saat ini.

  3. Hallo kak, untuk aktivasi kartu untuk setiap menggunakan kereta atau hanya sekali saja? Terima kasiiih