Advertisement

Kabar bahwa Warung Boma Fatmawati yang menjual nasi pecel Madiun lezat ini saya baca dari salah satu media online pada saat bulan puasa. Bahkan, sampai saat ini masih terus dikunjungi artis terkenal ibu kota.

Ya, maklum saja, namanya juga bulan puasa. Berita tentang kuliner memang jadi laris manis. Apalagi jika sudah sampai diulas di media online.

Advertisement

“Update: Dapet kabar kalau lokasinya sekarang pindah ke dekat Warunk Upnormal Fatmawati. Jadi, tempatnya bukan lagi di exit gate MRT Haji Nawi ya gaes. Lokasi Warunk Upnormal Fatmawati ini ada di antara Stasiun MRT Haji Nawi dan Cipete”

Saya termasuk yang menyukai sajian tradisional khas Jawa Timur. Karena saya punya kedekatan sekaligus keturunan dari tanah Madura. Almarhum ayah saya kebetulan berasal dari Situbondo, Jawa Timur.

Jadi, saat kami road trip pulang kampung, bisa sembari mencicipi beberapa kuliner di kota-kota yang kami singgahi. Termasuk salah satunya adalah sego pecel atau nasi pecel.

Advertisement

Nah, karena kelezatannya membuat saya penasaran. Akhirnya beberapa hari setelah masuk kantor, saya pun mencoba untuk mencari lokasi Warung Boma Fatmawati.

Informasi yang saya dapat, lokasi Warung Boma ini berada dekat dengan Stasiun MRT Haji Nawi, Jakarta Selatan. Tetapi tidak disebutkan di bagian mana atau di pintu mana saya harus turun.

Stasiun MRT Haji Nawi memiliki empat akses pintu, yaitu Pintu A,B,C dan D. Nah, ternyata lokasi tepatnya itu berada persis tak jauh dari PINTU A Stasiun MRT Haji Nawi.

Kebetulan kantor saya di Kuningan. Setiap hari saya menggunakan moda transportasi MRT Jakarta ini. Jadi, pikir saya bisa sekalian mampir ke Warung Boma Fatmawati.

Sayang, bak punggung merindukan bulan. Pencarian pertama kali mencari Warung Boma ternyata gagal. Beberapa orang di sekitar stasiun ada yang tahu dan ada yang tidak tahu. Beruntung akhirnya saya bisa mendapatkan info dari penjaga warung dekat alfamart bahwa Warung Boma masih tutup.

Akhirnya saya kepikiran untuk menghubungi pemilik warungnya melalui aplikasi GoFood.

Setelah mengirimkan SMS, saya mendapatkan info bahwa Warung Boma Fatmawati buka pada tanggal 19 Juni 2019.

Ya, tak perlu menunggu lama, pada tanggal yang dinantikan saya langsung meluncur ke Warung Boma Fatmawati usai pulang kerja. Antrenya ternyata lumayan panjang. Kunjungan pertama, saya antre sekitar 30 menit. Kunjunangan kedua lebih parah lagi, saya antre lebih dari 1 jam.

Awalnya ada satu antrean, akhirnya dipecah menjadi dua. Antrean khusus pelanggan dan antrean khusus ojek online.

Asal-usul nama Warung Boma Fatmawati itu diambil dari nama pemiliknya. Namanya Ibu Boma. Jadilan warung Nasi Pecel Madiun ini dinamakan Warung Boma Fatmawati.

Jujur saja, saya tidak bisa banyak bertanya soal asal usul dan sudah berapa lama warung ini berdiri. Soal harga saja tidak sempat saya tanyakan. Tiba-tiba lupa saja saat membayar.

Akan tetapi, jika dilihat dari aplikasi GoFood, menu dan harganya adalah sebagai berikut ini:

  • Nasi Pecel Rp15.000 per porsi (Paling Favorit).
  • Iga Bakar Rp35.000 per porsi (Paling Favorit).
  • Nasi Pecel Usus Bakar Rp18.000 per porsi (Rare Items).
  • Sate (Usus, Paru, dll) Rp6.000 per tusuk.
  • Gorengan (Bakwan, Tahu Isi, dll) Rp2.500 per buah.

Kalau mau masih lengkap, ya datang lebih awal. Warung Boma Fatmawati beroperasi dari pukul 19.00 WIB sampai dengan selesai. Terakhir kali ke sini malam Minggu malah tetap melayani sampai pukul 00.00 WIB dini hari. Luar biasa kan?

Penyajiannya sederhana karena menggunakan alas daun pisang. Yang menjadikan berbeda karena nasi pecel ini ditambah dengan topping potongan usus goreng, serta pete kecil, serta peyek yang gurihnya mantap.

Soal bumbu pecelnya memang medok. Perlu ditakar juga tingkat kepedasannya kalau memang tidak suka terlalu pedas. Karena penyajian bumbunya dalam satu wadah yang sama.

Sayangnya karena saking antrenya, si ibu kadang suka khilaf dan mendahulukan orang-orang yang nyalip antrean. Plis deh buat yang sok kaya dan punya duit, jangan berlagak nyolong antrean. Saya kadang gemas sama tipikal orang-orang seperti ini yang gak tahu aturan.

Soalnya bukan sekali dua kali, ada saja orang-orang tengil yang suka nyelak antrean. Makanya, terakhir saya ke Warung ini saya usul ke ibunya supaya diberikan nomor antrean. Kadang suka ada aja yang modus tanya-tanya sok akrab padahal pengen nyelak antrean.

Buat yang order pakai GoFood atau GrabFood, tolong kasih tips buat abangnya. Sumpah, antrenya bikin pegel hahaha. Lihat aja vlog saya gimana beberapa reaksi orang-orang yang antre saat melihat pelanggan lainnya makan dan menikmati nasi sego pecelnya.

Review saya soal rasa 4,5/5

Advertisement

Geek Blogger, An Inbound Marketers, SEO Specialist, Community Management Specialist. Open partnership. contact delapanempat[at]gmail[dot]com

Join the Conversation

31 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  1. Iya persis di pintu keluar MRT Haji Nawi, ada sambal teroris juga klo suka pedas di pintu B