Berburu Buku di Big Bad Wolf 2019

By | March 2, 2019

Syukur alhamdulillah, ini tahun ketiga saya bisa mengunjungi Big Bad Wolf (BBW) di tahun 2019.

Beruntungnya lagi saya dapat tiket preview, jadi bisa datang pada saat pembukaan awal dan belum dibuka untuk umum.

Apa sih untungnya?

Ya, untungnya sih bisa dapetin buku-buku dalam kondisi yang lebih baik dan koleksi buku yang masih lengkap.

Makanya, tiket preview ini juga diburu sama mereka yang bisnis jasa titip buku BBW 2019.

Teman saya sampai bilang kalau dia pernah lihat ada yang beli buku di BBW sampai Rp40 juta.

Warbiyasak banget kan?

Tentu kita harus senang dong, ternyata minat baca buku bisa didongkrak dengan pameran buku murah seperti ini.

Apalagi BBW terkenal dengan beberapa buku impor yang mahal.

Sebagai perbandingan saya pernah beli buku stiker untuk anak-anak.

Harganya di Gramedia BSD sekitar Rp100 ribu, sementara di BBW  ada yang cuma Rp30 ribuan hahahahaha.

Buku impor yang saya beli sejenis activity book gitu deh.

Isinya cuma gambar-gambar dan ada stikernya.

Tugas anak-anak menempelkan stiker sesuai tema dan instruksinya.

Section anak paling banyak koleksinya

Temanya tentu menarik ada yang mengelompokkan bentuk, warna, benda, berhitung dan macam-macam.

Respon anak saya tentu saja sangat tertarik dengan jenis buku seperti ini.

Alasan itulah yang bikin saya selalu balik lagi ke BBW, demi berburu buku impor murah.

Kabarnya sih diskon buku impor di BBW bisa sampai 80-90 persen.

Kasir tersedia jalur cash dan card

Mau tahu berapa jumlah buku yang bakal di jual di BBW 2019?

Ada 5-6 juta buku dari tanggal 1-11 Maret 2019

Semua buku tersebut dijual 24 jam.

Makanya gak heran kalau penjaganya aja sampai ada tiga shift.

Antre panjang udah biasa di BBW 2019

Sejarah Big Bad Wolf

Kalau soal ini sih saya juga baca-baca dari media online kok.

Jadi, sosok yang menjadi penggagas BBW itu adalah Andrew Yap dan Jacqueline Ng.

Keduanya suami istri yang berasal dari Malaysia.

Mereka melakukan bazar sejak tahun 2009 di Malaysia berangkat dari keprihatinan mereka terhadap rendahnya minat baca di negara mereka.

Yah, udah paham kan kenapa pendidikan di Malaysia kini lebih maju daripada di Indonesia?

Bagaimana dengan di Indonesia?

Sebetulnya kita punya duta buku lho. Pasti sudah pada kenal siapa sosoknya.

Yup, mbak Najwa Shihab yang selalu nongol di MataNajwa inilah duta baca buku Indonesia hingga 2020 nanti.

Tapi, menumbuhkan minat baca itu bukan tugas Najwa saja kan?

Makanya, saya mencoba untuk menumbuhkan minat baca anak-anak saya dengan mengajak mereka berburu buku di Big Bad Wolf 2019.

Kita juga punya Andy Noya yang kerap bagi-bagi buku gratis di acaranya.

Jadi, tetap optimis ya kalau bangsa ini bisa maju lewat baca buku. Yaaaayyy!

Buku-buku di Big Bad Wolf 2019

Untuk kategori anak-anak, BBW 2019 itu surga banget.

Jadi, jangan heran kalau jastip itu kebanyakan berburu buku-buku anak-anak.

Tahun sebelumnya malah ada section audio book.

Sayang tahun ini saya kurang memperhatikan apakah ada section audio book atau tidak.

Jadi, audio book itu ada lagu-lagunya gitu lho guys.

Kalau buat anak-anak jelas menarik banget. Kita bisa cerita sambil dengerin lagunya.

Anak saya punya satu audio book little pony.

Sampai sekarang dia masih suka pencet-pencet lagunya. Padahal bukunya dibeli setahun yang lalu.

Tahun ini, saya lebih fokus untuk membeli activity book aja sih.

Ya, tempel-tempel stiker dan learning book dasar untuk menghitung dan membaca dalam Bahasa Inggris.

Kalau untuk dewasa koleksinya ya lumayan juga. Seperti novel, desain, biografi, cookery, health atau kesehatan, bisnis dan ekonomi, sejarah atau history, dan lain-lain.

Biar lebih pas sih enaknya cari di katalog big bad wolf 2019 terbaru untuk cari info buku apa saja yang dijual.

Emang isinya buku impor semua?

Ya, enggak dong guys. Buku-buku Indonesianya juga ada kok.

Kata mas-mas yang jaga, kebanyakan malah buku-buku terbitan dari Mizan.

Kenapa Mizan? Kalau menurut saya sih Mizan ini salah satu penerbit yang memang fokus pada buku anak-anak dan remaja.

Pas banget kan hypenya dengan Dilan 1991. Penerbitnya dari Pastel Books.

Apa itu Pastel Books?

Pastel Books itu salah satu imprint dari Mizan Pustaka yang punya markas di Cinambo Bandung.

Nah, buku-buku yang diterbitkannya beberapa jadi mega best seller. Contohnya ya Dilan itu.

Selain buku anak-anak, ada juga dong buku-buku sesuai dengan kategorinya.

Misalnya seperti kesehatan, fotografi, desain, dll.

Teman saya malah langganan beli KKPK Mizan buat disumbangkan.

Makanya momen BBW 2019 ini paling ditunggu banget buat donasi buku.

Cara Memilih Buku di Big Bad Wolf 2019

Buat yang pertama kali ke Big Bad Wolf 2019 gak usah bingung cari buku.

Kalau buat orang tua yang mau beli buku untuk anaknya, intip aja apa yang dibeli sama jastip.

Itu udah pasti buku-buku yang paling banyak diburu dan terpopuler hahahaha.

Beberapa ada juga sih yang riset kecil-kecilan, cari rujukan dan reviewnya dulu lewat Goodreads.

Cuma ribet lah pasti hahahaha…

Mending cari aja di Instagram.

Kok bisa?

Bisa dong. Ketik aja tanda pagar seperti #bbw2019 #jastipbbw2019 #jastipbbw dan sebagainya.

Enaknya, kita bisa tahu isinya seperti apa. Kadang-kadang jastip ini nolong banget lho.

Soalnya mereka sampai videoin isi bukunya kayak gimana.

Sementara di pameran BBW 2019 itu gak boleh dibuka plastiknya.

Meskipun disediakan buku sample, ya tahu sendiri yang ubek-ubek seperti apa.

Buku samplenya di mana buku aslinya di mana.

Jadi, harap bersabar ya. Ini adalah ujian hahahaha.

Untuk tahun ini sepertinya yang paling laris adalah buku 4 Dimensi Ayo Sholat.

Entah deh ya apakah buku ini akan dijual juga di Big Bad Wolf Surabaya.

Kemarin waktu saya beli di H-1 sebelum penutupan aja pembelian sudah dibatasi maksimal cuma 2 buku aja.

Selebihnya yang saya lihat laris juga adalah Math Skills dan Literacy Skills. Kalau buku anak-anak sepertinya banyak sih yang jadi favorit.

Sayangnya saya juga gak punya data atau informasi buku apa aja yang paling laris di pameran buku Big Bad Wolf Jakarta 2019 kali ini.

Mudah-mudahan sih mereka bisa kasih info ya…

Gaji Crew Big Bad Wolf

Nah, ini yang jadi pertanyaan selama ini. Kebetulan saya nanya langsung ke beberapa mantan murid saya yang jadi relawan alias crew Big Bad Wolf.

Ada yang sudah ikut dua hingga tiga kali penyelenggaraan Big Bad Wolf di ICE BSD Serpong.

Meski sudah beberapa kali ikutan, mereka tetap ikut seleksi ketat seperti dari nol lagi. Serius, ini yang bikin bangga jadi crew Big Bad Wolf karena seleksi yang ketat.

Kalau ngomongin soal gaji atau honor sih, beneran di bawah UMR sih hahaha.

Cuma, ini yang bikin mereka jadi punya portfolio menarik.

Mereka juga kerja dalam tiga shift karena pameran buku impor terbesar ini memang dibuka selama 24 jam.

Well, kembali lagi bukan soal gaji sih, tapi lebih ke pengalaman dan pride menjadi crew Big Bad Wolf 2019 itu amat membanggakan.

Tips Berburu Buku di Big Bad Wolf 2019

Supaya dompet enggak jebol dan nyaman berburu buku di BBW 2019, saya mau kasih beberapa tips nih.

Tips ini buat non jastip ya hahahaha…

  1. Siapkan bujet sesuai dengan kemampuan finansial. Kalau saya tahun ini saya anggarkan 1jt. Masih kecil dibandingkan harga handphone.
  2. Siapkan dalam kertas buku yang mau dibeli (judul, pengarang, dan penerbitnya). Biar enggak ribet aja. Lebih gampang lagi screenshot bukunya kali aja ada petugas yang tahu lokasinya.
  3. Bawa bekal air minum (pakai tumblr/botol minum) dan roti supaya bisa ganjal perut. Meskipun tersedia food court juga sih sebetulnya.
  4. Bawa koper buat bawa belanjaan, soalnya troli gak bisa dibawa sampai ke lobby. Itung-itung diet plastik juga kan.
  5. Datang lebih awal atau paling akhir, buka 24 jam gak jaminan sepi, karena penuh terus juga sih hahaha

Sate Maranggi, Sajian kuliner di BBW 2019

Beragam kuliner disajikan, cermat juga ya karena ada kuliner non halal. Tp mereka kasih tanda kok.

Cara Mudah Menuju ICE BSD, Serpong

Ada beberapa cara nih buat ke ICE BSD. Paling enak sebetulnya pakai GRAB atau GOCAR. Tapi, kalau bawa kendaraan sendiri siap-siap penuh ya parkirannya.

Aksesnya bisa lewat Tol JORR atau lewat Tol Tangerang-Kebon Jeruk. Patokannya cari aja Giant BSD. Nanti tinggal masuk ke kawasan SCBD BSD.

Kalau naik KRL lebih gampang lagi. Bisa turun di Rawa Buntu atau di Ciasuk. Kalau akses yang paling enak buat naik GRAB atau GOCAR sih menurut saya lebih enak dari Rawa Buntu.

Sebetulnya ada Bus Link BSD Gratis juga lho. Ada beberapa halte yang tersedia untuk naik Bus Link. Rutenya mulai dari Pasar Modern, Taman Jajan, The Breeze BSD, Aeon Mal sampai dengan ke ICE BSD.

sabar antre ya

Penginapan di Sekitar ICE BSD, Serpong

Buat yang dari luar kota, di sekitar BSD sudah banyak juga kok beberapa hotel ternama.

Ya, di ICE BSD sendiri kan sudah ada Hotel Santika. Kalau di sekitar Mal Teras Kota ada Grand Zuri.

Nah, coba aja hotel-hotel murah seperti Airy, ZenRooms, NIDA, dll.

Boleh aja sih coba Airbnb, siapa tahu dapet apartemen dekat dengan ICE BSD. Jadi tinggal jalan aja kan ke ICE.

Kalau udah di ICE BSD, paling enak sih sekalian jalan di AEON Mall. Malemnya bisa dapet sushi diskonan guys hahahaha.

Yup, selamat berburu buku ya di Big Bad Wolf 2019

16 thoughts on “Berburu Buku di Big Bad Wolf 2019

  1. Digital Poin

    Kalau saya ada pameran buku seperti mas, tujuanku cuma satu yaitu mencari buku heheee

    Buku yang saya cari biasanya yang akan dijadikan topik blog mas, lumayan buat nambah-nambah referensi biar lebih mudah bikin konten buat blog 🙂

    Reply
  2. aldhi Fajar

    BUku memang sumber ilmu yang paling lengkap,
    meskipun sekrang sudah sedikit kalah sama e-book
    tapi aku lebih mencerna buku, karena simple bisa dibaca dimana saja
    ini acaranya keren ams 😀

    Reply
    1. Dzulfikar Post author

      bener mas, skrg generasi ebook mmg, tp tetap ada kesan yang mendalam klo bisa pegang bukunya.

  3. Ratna

    Ini event tahunan yang wajib di kunjungi dan harus nabung tiap bulan jadi pas buka event ini bisa ngeborong. soale suka kalap melewatk budget kkkk

    Reply
  4. Hendra Suhendra

    Nah ini kok baru tau ya. Sepertinya harus datang langsung biar lebih puas, meski lelah sedikit. Asyiknya lagi buka 24 jam ya, bisa bebas kapan bae berkunjung. Nice sharing

    Reply
  5. Ariefpokto

    Menurutku ini pameran buku terbaik. Selain komplit. Murah lagi. Pecinta buku pasti gembira kalau kesini. Kalau Saya lebih milih dtg dinihari pas weekend. Lumayan pengalaman menarik kalau taun2 lalu

    Reply
    1. Dzulfikar Post author

      haha iya sih mas, tp klo yg paham buku itu mahal, banyak yang bela-belain datang meskipun dari luar kota

  6. Mama Indri

    Saya bisa betah berlama-lama kalau harga bukunya gila banget. Kalau anak2 baca buku gak keseluruhan dan kalau udah dibaca pasti ditaruh lemari jadi koleksi gak mau dibaca lagi.

    Reply
    1. Dzulfikar Post author

      menarik banget mas, klo mau gak antre emg hari kerja, pagi atau setelah jam makan siang hahahaha, klo malam pasti lebih rame lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *