Tekno

5 Cara Efektif Menurunkan Bounce Rate Blog dengan Mudah

menurunkan bounce rate blog

Salah satu perhatian saya saat buka Google Analytics adalah nilai bounce rate yang sangat tinggi. Pasti pernah juga kan nilai bounce rate kamu di atas 80 persen? Jadi pada mikir kan gimana cara menurunakan bounce rate yang efektif?

Oh ya sebelum membahas langkah efektif menurunkan bounce rate, saya mau jelasin sedikit aja apa itu bounce rate.

Bounce rate adalah nilai persentase pengunjung yang meninggalkan blog atau website kamu. Misalnya ada pengunjung X membuka salah satu halaman di blog kamu. Sayangnya setelah membaca habis halaman tersebut, dia malah langsung menutup halaman blog kamu.

Baca 10 Langkah Cara Praktis Membuat Konten Viral

Ada beberapa faktor yang menyebabkan nilai bounce rate menjadi sangat tinggi. Idealnya dalam industri digital sekarang ini, nilai ideal bounce rate adalah antara 40 persen sampai dengan 70 persen.

Jangan salah cara memahaminya. Semakin rendah nilai bounce ratenya maka semakin tinggi juga skor penilaiannya. Sebaliknya jika nilai bounce ratenya semakin tinggi maka semakin rendah juga nilainya.

Sederhananya, semakin rendah nilai bounce ratenya bisa ditafsirkan pengunjung itu betah berlama-lama di blog kamu. Bisa jadi karena blog kamu memang membahas sesuai dengan informasi yang dicari. Nah, niche juga penting lho supaya pembaca nyaman berada di blog kamu.

Ada 5 cara efektif untuk menurunkan bounce rate blog dengan mudah. Cara ini sederhana aja kok.

Tingkatkan page load time

Banyak blogger yang belum menyadari bahwa kecepatan loading blognya tidak sesuai dengan yang disarankan oleh Google. Saran dari google, page load time ideal itu adalah 3 second alias 3 detik.

Artinya, audience bisa membuka blog kamu secara lengkap idealnya dalam waktu sekurang-kurangnya 3 detik. Nah, kalau blognya lemot dan sulit untuk diakses kemungkinan besar bounce ratenya malah lebih tinggi.

Ibaratnya orang mau masuk ke rumah, tapi susah buka pintunya. Bisa jadi karena pintunya macet atau rusak. Nah, gara-gara pintunya rusak itulah dia tidak jadi masuk rumah.

Kira-kira begitu perumpamaannya. Aspek page load time ini sangat penting bukan cuma berpengaruh untuk menurunkan bounce rate saja tapi juga berpengaruh pada SEO serta kenyamanan audience atau pembaca ketika menelusuri blog kamu.

Nah, gimana caranya mengukur kecepatan blog kita sendiri? Ada banyak tools gratis kok untuk bisa mengetahui sejauh mana page load time blog kita.

Gunakan tools gratis seperti Page Speed Insight dari Google, GTmetrix dan WebPageTest untuk menguji dengan tools yang berbeda-beda. Pasti hasilnya juga beda tapi setidaknya kamu jadi bisa punya gambaran sejauh mana kecepatan page load time blog kamu sendiri.

Compress image thumbnail

Langkah kedua untuk menurunkan bounce rate adalah jangan pernah lupa untuk mengkompresi atau menurunkan ukuran gambar dengan menggunakan tools gratis secara online maupun offline.

Untuk mengkompres gambar secara offline bisa menggunakan Microsoft Office, Adobe Photoshop atau bisa juga lebih praktis secara online dengan menggunakan tinypng.com.

Caranya tinggal drag and drop saja gambarnya ke situs tinypng.com. Cara mengkompres secara online ini memang lebih praktis tapi hasilnya kurang maksimal. Ya, namanya juga gratisan jadi gambarnya hanya bisa dikompres sekitar 80 persen saja.

Kalau punya banyak waktu untuk mengkompres gambar satu-satu atau secara masal juga sebetulnya bisa menggunakan Adobe Photoshop. Cuma caranya memang sedikit lebih rumit tapi hasilnya bisa lebih maksimal.

Gambar dengan file size yang terlalu besar berpengaruh terhadap page load time. Pada akhirnya akan berpengaruh besar pada bounce rate juga. Semakin besar gambar yang diunggah ke blog kamu akan semakin lemot juga untuk membuka blog kamu nantinya.

Sebetulnya di WordPress sudah ada plugins image compressor tapi namanya gratisan juga pasti hasilnya kurang maksimal. Jadi, saran saya sih mendingan manual aja dulu. Tapi, jangan sampai kompres file aslinya.

Baca Tak Perlu Jasa SEO Murah, Ikuti Saja Aturan YOAST Ini!

Gunakan Internal Link

Fungsi internal link bukan bermanfaat buat SEO aja tapi juga bisa mengarahkan pembaca untuk membuka halaman lainnya.

Cara ini cukup efektif sekali untuk menurunkan bounce rate. Tapi, jangan sesekali mencantumkan internal link yang tidak relevan.

Paling bagus adalah menautkan konten yang sama atau konten yang relevan. Misalnya kalau bahas tentang tentang smartphone, bisa dikaitkan dengan konten yang pernah membahas tentang tips praktis smartphone atau review smartphone terbaru.

Sisipkan gambar, infografis atau video

Cara efektif lainnya untuk mengurangi bounce rate adalah dengan menyisipkan gambar yang bagus, infografis dan juga video dari Youtube atau dari Instagram.

Cara ini sudah banyak dilakukan beberapa media online. Yang paling khas itu kalau baca Tirto pasti selalu ada infografisnya. Begitu juga kalau baca Mojok, sesekali ada infografisnya.

Hindari memasang iklan pop up

Salah satu yang kurang dipahami beberapa blogger dan publisher adalah masih banyak yang menggunakan iklan atau promo pop up. Padahal model banner seperti mengganggu kenyamanan pembaca.

Contoh aja deh, lagi enak-enak baca tiba-tiba ada pop up dengan iklan yang enggak relevan. Kan jadi bete. Makanya, kalau saya sih hampir gak pernah lagi menggunakan pop up seperti ini even untuk menjaring subscriber baru.

tutorial hostinger cara membuat blog

Buat yang mau mulai ngeblog dan serius untuk investasi jangka panjang, saya saranin sih pilih CMS wordpress. Kalau belum paham cara membuat blog di WordPress bisa banyak baca tutorialnya kok. Atau lebih jelas bisa cari di Youtube untuk tahu langkah-langkahnya.

Nah, dari penjelasan 5 cara efektif menurunkan bounce rate blog di atas ini ada yang udah kamu lakukan apa belum?

Kalau ada yang kurang jelas bisa tanya-tanya di kolom komentar juga ya guys…

2 comments
  1. Anjar Setyoko

    Ilmu baru banget ini buat saya mas, alhmadulilah tercerahkan dengan postingan ini., Blog saya juga termasuk page speed nya lemot., itu gimana cara ngatasinnya ya mas? Apakah saya harus upgrade hosting ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *