Larangan di Commuter Line yang Wajib Diketahui

By | March 12, 2020

Commuter Line adalah transportasi massal yang masih dijadikan andalan bagi para kaum urban terutama yang bekerja di Jakarta dengan tempat tinggal di luar Jakarta. Sebagai sarana transportasi umum ada aturan atau larangan yang wajib diketahui penumpangnya.

Advertisement

Commuter Line banyak digunakan oleh warga dari Bekasi, Bogor, Tangerang, Depok. Alasannya sederhana sekali, selain murah, jangkauan Commuter Line lebih luas dibandingkan dengan moda transportasi lainnya.

Inilah yang membuat Commuter Line menjadi tulang punggung transportasi yang menghubungkan lalulintas orang di Jabodetabek.

Pexels

Sayangnya, tidak banyak yang tahu atau bisa saja lupa dengan larangan di dalam Commuter Line. Berikut adalah beberapa larangan di Commuter Line yang wajib kamu ketahui

1. Tidak boleh makan, minum, dan merokok di dalam kereta.

Larangan ini sepertinya perlu warning keras terutama buat mereka yang merokok. Meskipun begitu, larangan ini sebenarnya ada dispensasi terutama saat bulan puasa.

Pengelola Commuter Line masih memberikan izin minum air putih pada saat berbuka puasa khusus di bulan Ramadhan.

Sementara, bagi yang kedapatan merorok tidak ada dispensasi sama sekali. Bagi yang melanggar akan langsung diturunkan di stasiun selanjutnya tanpa ada pengembalian dana atau tiket.

Advertisement

Aturan ini kadang masih abu abu juga, karena ada beberapa anak atau balita yang masih perlu minum susu selama di kereta.

Jadi, rasanya tidak terlalu ketat ya. Kecuali buat orang dewasa yang seharusnya lebih sadar diri. Karena masih banyak juga orang dewasa yang cuek makan dan ngemil di Commuter Line. Mereka baru berhenti jika ditegur petugas saja.

2. Tidak boleh membawa barang melebihi kapasitas.

Aturan ini sebenarnya sudah jelas. Aturannya batas barang bawaan yang diizinkan adalah sbb;

  • Ukuran barang max 100 x 40 x 30 cm.
  • Ukuran koper 18-20 inci.
  • Ukuran koper maksimal 48 x 74 x 29 cm.

Selain akan mengganggu penumpang lain, kamu juga bakal kesulitan bergerak saat berada dalam Commuter Line yang penuh sesak terutama di pagi dan sore hari.

Advertisement

Baca tipsnya untuk menghindari jam sibuk Commuter Line.

3. Tidak boleh membawa kursi lipat.

Sebelum terjadi reformasi di tubuh Commuter Line, banyak yang membawa kursi lipat karena tidak kebagian tempat duduk.

Kursi lipat memang menjadi solusi praktis supaya bisa tetap duduk, terutama buat mereka yang melakukan perjalanan panjang misalnya dari Bogor ke Jakarta Kota.

4. Laki laki dilarang keras naik gerbong wanita.

Aturan ini sebenarnya justru menjadi dilema tersendiri bagi kaum perempuan. Konon katanya gerbong perempuan malah lebih ganas dibandingkan gerbong umum.

Masih inget kan kejadian viral, ibu-ibu yang jambak perempuan muda di kursi priorotas? Kira-kira seperti itulah kondisinya.

Itulah kenapa buat sebagian perempuan malah lebih memilih berdesakan di gerbong umum.

5. Dilarang duduk di kursi prioritas.

Kursi prioritas hanya diperuntukkan bagi lansia, difabel, ibu hamil, dan anak-anak atau yang memang sedang tidak bisa berdiri terlalu lama. Sudah jelas juga ya ada labelnya. Umumnya lokasi kursi ini ada di ujung atau pojok di setiap gerbongnya.

Ini juga yang kadang bikin elus dada. Masih banyak lho anak muda yang kurang empati dan pura pura tidur, mereka duduk di kursi prioritas.

Sebaliknya, kadang ada juga ibu ibu yang nyimpen barang di tempat duduk. Yah, pokoknya berbagai macam tantangan dan kelucuan para penumpang itu macem-macem deh.

Buat menghadapi hal yang seperti itu, jangan selalu dihadapi sendiri. Kalau ada petugas, ingatkan petugasnya.

Orang-orang di Commuter Line juga rata rata sudah bisa menilai kok mana yang benar dan mana yang salah. Asal ada yang berani memulai saja.

4 thoughts on “Larangan di Commuter Line yang Wajib Diketahui

    1. Bang Dzul Post author

      Sepeda lipat gak masalah ded, ya mmg udah aturan ada ukuran yang diperbolehkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.