7 Cara Sederhana Cegah Tertular Virus Corona di KRL

By | March 12, 2020

Anies Baswedan menyebutkan bahwa rute KRL 2 jalur Bogor-Depok-Jakarta rawan terkontaminasi virus Corona (COVID-19). Jelas ini menjadi warning bagi para pengguna commuter line atau akrab disebut sebagai angker (anak kereta).

Advertisement

Sebagai mantan pengguna KRL pada jam sibuk, memang ada rasa kekhawatiran ditengah meningkatnya kewaspadaan penularan virus Corona. Kita tidak perlu panik tapi meningkatkan kewaspadaan ya.

jam sibuk krl jakarta
Beginilah susasana padat di dalam KRL yang dikhawatirkan tertular virus dengan mudah

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan tertular virus Corona di dalam transportasi umum seperti KRL, MRT, maupun Bus Transjakarta.

Perlu diketahui bahwa penularan virus Corona terjadi melalui percikan air liur saat penderita batuk atau bersin. Itulah sebabnya bagi penderita wajib menggunakan masker agar tidak menulari orang yang sehat.

Inilah beberapa cara sederhana yang bisa kamu lakukan untuk mencegah penularan virus Corona di dalam transportasi umum:

1. Bawalah hand sanitizer dengan kandungan alkohol 70 persen

Cara paling ampuh menangkal penyebaran virus corona di transportasi umum adalah dengan menyiapkan sendiri hand sanitizer, meskipun beberapa tempat umum, termasuk di stasiun KRL, kini menyediakan hand sanitizer untuk para penumpangnya.

Tetapi, langkah yang paling aman adalah memiliki hand sanitizer sendiri. Menurut beberapa situs kesehatan, hand sanitizer yang bagus minimal memiliki kandungan alkohol sekitar 60 persen, tapi rata-rata yang dijual mengandung 70 persen alkohol, bahkan ibu-ibu yang kehabisan hand sanitizer

Advertisement
pun ada yang membuat sendiri.

Cara mencuci tangan yang benar dengan hand sanitizer sama seperti mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir minimal 20 sampai dengan 60 detik secara menyeluruh hingga ke sela-sela jari.

2. Jika merasa sakit seperti flu, demam, batuk dan pilek, urungkan bekerja

Sesuai dengan peraturan kemenkes terbaru bahwa jika suhu tubuh mencapai 37,5 derajat celcius atau lebih, tidak diperbolehkan memasuki gedung, apalagi KRL yang sistem ventilasinya tertutup karena menggunakan pendingin ruangan atau AC.

3. Hindari memegang bagian mata, hidung, dan mulut saat di dalam KRL

Inilah yang sulit. Sebisa mungkin saat berada dalam kereta atau setelah memegang pegangan, tangga, handrail eskalator, dan beberapa benda yang berpotensi disentuh oleh orang lain, hindari memegang bagian tubuh terutama mata, hidung dan mulut.

Alasannya karena virus Corona bisa masuk melalui daerah tersebut. Sebisa mungkin gunakan tisue atau sapu tangan yang bersih ketika akan menyeka bagian-bagian tubuh tersebut ketika merasa gatal atau sakit.

Advertisement

4. Hindari terlalu banyak memegang benda-benda di dalam transportasi umum

Ini juga penting, jika masih bisa bertahan tanpa harus berpegangan di KRL sebaiknya tidak memegang pegangan tangan. Tetapi, jika memang demi keamanan harus memegang hand rail atau pegangan lainnya, pastikan kamu menggunakan hand sanitizer setelahnya ya.

5. Cuci tangan setelah menggunakan transportasi umum

Lebih afdhol memang mencuci tangan terutama sebelum makan. Setelah menggunakan transportasi umum pun biasakan untuk mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer.

6. Jaga kesehatan dan tingkatkan imunitas tubuh dengan berolahraga

Cara menjaga kesehatan sebenarnya sederhana, rumusnya adalah menjaga asupan yang seimbang, olahraga teratur minimal 15 menit per hari, dan tidur yang cukup minimal 8 jam per hari.

Soal makanan, lebih baik kurangi junk food. Perbanyak konsumsi buah, sayuran, dan air putih.

Olahraga yang paling ringan adalah jogging dan berenang. Atau bisa juga workout di rumah selama 15 menit dengan mengikuti gerakan-gerakan yang ada di YouTube. Ada banyak referensi kok workout selama 15 menit di YouTube.

Kurangi juga merokok apalagi jika terbiasa mengonsumsi minuman beralkohol. Karena bisa membuat daya tahan tubuh juga menjadi menurun ketika kehilangan kesadaran.

7. Bersih-bersih saat tiba di rumah

Jika di rumah ada anak kecil atau lansia, biasakan minimal cuci tangan sebelum salim. Lebih baik lagi jika mandi terlebih dahulu dan melepaskan semua pakaian yang digunakan selama seharian beraktivitas.

Jangan menggunakan pakaian yang sudah digunakan seharian kemudian langsung tidur. Dikhawatirkan virus yang dibawa menempel pada kasur atau tempat-tempat yang tidak kita duga.

Ketahui bahwa gejala tertular virus Corona itu seperti flu, batuk, demam, serta pilek yang disertai dengan sesak nafas serta merasa lemas.

Jika kamu memang sempat singgah di negara-negara yang positif terdapat kasus Corona, sebaiknya mengisolasi diri atau bekerja di rumah sembari memeriksakan diri ke dokter dan mendapatkan pelayanan serta penanganan yang tepat.

Disclaimer: postingan ini bukan rujukan resmi kesehatan, silakan merujuk pada situs resmi Kemenkes untuk perkembangan virus Corona di Indonesia.

Author: Bang Dzul

Geek Blogger, An Inbound Marketers, SEO Specialist, Community Management Specialist. Open partnership.

6 thoughts on “7 Cara Sederhana Cegah Tertular Virus Corona di KRL

  1. deddyhuang.com

    disituasi seperti ini emang apa-apa bisa menimbulkan panik. semoga virus ini bisa segera berlalu.

    Reply
    1. Bang Dzul Post author

      Bener ded, di Jakarta memang dilanda kepanikan karena kurang memahami masalah dengan benar.

  2. raisa

    langkah yang simpel. betul jika ada yg batuk, jadi sebisa mungkin jaga jarak

    Reply
    1. Dzulfikar Post author

      iya teh ochi, harusnya yang merasa sakit langsung pakai masker buat kepentingan bersama ya

  3. Uli Hartati

    semua tips sudah dijalankan, hanya saja memang ada rasa parno juga pas liat orang yg bersin dan batuk dengan santuy hehe..semoga corona cepat berlalu

    Reply
    1. Dzulfikar Post author

      Mudah-mudahan kita bisa kuat melaluinya. Btw, mbak Uli bukannya bisa bikin hand sanitizer sendiri ya? Coba divideokan mbak, siapa tahu banyak yang butuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.